Dia di masa itu
Kenapa saya selalu ada untuk anda? Karena saya tidak menyalahkan masa lalu. Apa pun yang terjadi itu sudah takdir, sudah jalannya kita seperti itu. Menyesal? Wajar. Tetapi jangan lagi kamu mengulangi hal itu.
Karena saya selalu berharap kamu bisa menjadi lebih baik dengan mengenalnya, jika dirimu masih menjadi orang yang sama seperti dulu. Kenapa? Kenapa kamu tidak bisa merubah sedikit pun kebiasaanmu yang kurang baik itu. Bahkan orang yang menyayangimu itu tidak bisa berbuat apa-apa, seolah membiarkan semuanya terulang.
Jika dia yang terbaik untukmu semoga secepatnya kalian bersama, agar kamu tidak lagi mengganggu kehidupan saya. Mungkin pertemuan itu akan selalu ada, tetapi setidaknya kamu tidak begitu mengganggu. Sekalipun bertemu kita hanya saling menatap atau menyapa saja. Sudah cukup!
Tetapi jika dia bukan terbaik untukmu, semoga kamu akan segera menemukan orang yang tepat dan merupakan jodoh dunia dan akhiratmu. Maaf bukannya saya menghindar kali ini, hanya saja tidak mau tertuduh sebagai orang tidak baik.
Kamu boleh saja menghubungi, bertanya kabar dan lainnya. Tetapi jangan berharap saya masih orang yang dulu begitu mudah menerimamu, karena sudah cukup semua yang saya rasakan. Saya hanya ingin menjaga diri saya sendiri dari rasa kecewa, sedih, marah, dan lainnya yang membuat saya tidak lagi semangat untuk melakukan hal apapun. Saya juga menginginkan kebahagiaan, tersenyum dengan tulus, tertawa dengan lepas tanpa ada beban. Karena itulah saya menghindari kamu. Entah itu menyakitimu atau tidak, saya tidak tahu. Karena kamu selalu berekspresi dengan berbagai senyuman atau pun kesedihan. Terkadang saya percaya terkadang juga tidak. Karena sudah begitu banyak kebohongan yang saya tahu.
Jadi lebih baik sekarang kamu fokus dengan kehidupanmu, aku dengan kehidupanku. Jangan lagi mengganggu, karena saya sudah lelah dengan permasalahan denganmu!
CUKUP!PERGI!
Komentar
Posting Komentar